METODE PENDIDIKAN ORANG - ORANG SALEH AGAR ANAK -ANAK MEREKA EFISIEN DALAM WAKTU
Metode yang diterapkan oleh para orang tua yang saleh dalam
mendidik anak- anaknya untuk menghargai dan menggunakan waktu secara cepat ,
antara lain :
1.
Pertama : Bertasbih
di jalan sampai tujuan
Abdullah bin Abdul Malik -- Semoga Allah merahmatinya - berkata:
“ Kami pernah melakukan perjalanan bersama –sama rombongan ayah kami , lalu
beliau berkata, “ Bertasbihlah kalian hingga mencapai pohon itu !” Maka kamipun
bertasbih sehingga sampai dibawah pohon
tersebut , lalu terlihat ada pohon berikutnya, beliau berkata , “Bertakbirlah
kalian sambil berjalan kearah pohon itu !” Dan begitu seterusnya ,Ayah kami
memperlakukan kami. “ ( Ahmad bin Hambal ,Az Zuhd, hlm 229)
.
2. Kedua : Menghindarkan diri dari Kekosongan
Didalam kitabnya ,sebagai pembuka , Ibnu Khaldun mengisahkan
bahwa Harun ar-Rasyid ketika hendak melepas putranya menuntut ilmu , maka
beliau memberikan pesan- pesan kepada guru putranya ,”Ajarkanlah al-Qur’an
kepadanya, kenalkan kisah - kisah salafus saleh ,segarkan pikirannya dengan
syair syair ,ajarkan pula Sunah Nabi saw ,beritahu tentang maksud setiap ucapan
dan laranglah ia tertawa kecuali sesuai tempat dan waktunya.”
Kemudian Harun ar-Rasyid melanjutkan pesan pesannya , “Jangan
sampai ada sesaat pun terlalui kecuali Anda raih sesuatu faedah yang yang Anda
berikan pada putraku , jangan membuatnya gelisah agar tidak mati ingatannya
,jangan pula memaafkannya agar agar tidak terbiasa waktunya kosong dan
menganggapnya suatu kesenangan .”
( Abdullah Nasih Ulwan ,Tabiyatul
Aulad fil islam,jilid 1 ,hlm . 152 )
3.
Ketiga : Wasiat
Seorang Pendidik
Para Pendidik sepanjang rentangan sejarah, selalu meperhatikan
pendidikan mengefektifkan waktu . Bahkan tujuan utama mereka terfokus pada
metode yang tepat dalam mengarahkan anak didik agar efisien dalam menggunakan
waktu . Dalam hal ini Ibnu Qoyyim
memiliki seni tersendiri dalam menerangkan masalah waktu , untuk memberikan
kesan terhadap para anak didik tentang pentingnya waktu . Beliau mengatakan , “
Tahun ibarat pohon ,bulan – bulan laksana cabang –cabangnya , hari - hari
sebagai rantingnya , jam – jam sebagai daunnya dan napas –napas kita sebagai
buahnya. Barang siapa napas –napasnya selalu dalam ketataatan , maka orang itu
telah menanam pohon yang baik .” (Ibnu Qayyim , Al Fawaid , hlm 164 )
Alangkah indah meninggalkan goresan tajam dalam benak kita
untaian kata- kata tersebut , yang semua itu dimaksudkan demi mendidik anak
–anak didik agar lebih menghargai waktu waktu yang dilaluinya . dikatakan bahwa
tujuan terakhir dari pendidikan itu adalah menjadikan setiap helaan napasnya
selalau mengalir dijalan-Nya ,sehingga tiada sedikit napas pun yang sirna tanpa
faidah ,supaya ia tidak menyesalinya pada hari Pembalasan kelak .
“ Hari hari adalah lembaran biru untuk goresan amal perubahan ,
maka jadikanlah hari –harimu itu sarat dengan amal terbaik .kesempatan itu akan
segera lenyap secepat perjalanan awan , menunda-nunda pekerjaan adalah tanda –
tanda yang merugi . Barangsiapa bersampan kemalasan , ia akan tenggelam
bersamanya . Jika menunda pekerjaan dan rasa malas telah menyatu , maka yang
lahir adalah kerugian .”
(Ibnul Jauzi , al-Mudhisy,hlm
382 )
4. Keempat: Kubuat Tidurku berpahala , Agar tiada terbuang sia-sia
waktuku
Pada Alinea terakhir ini kita akan bertemu salah seorang
pendidik generasi demi generasi melalui kalimat –kalimatnya, dan dia bukan
pendidik satu generasi saja . Sebagaimana dikisahkan oleh Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah r.a bahwa Mu’adz bin Jabal ra berkata pada Abu Musa al-Asy’ari r.a , “
Sesungguhnya aku mencari pahala pada waktu tidurku sebagaimana mencarinya
sewaktu jagaku.”
(Ibnu Taimiyah , al-Iman
, hlm 41)
Jadi tidak cukup bagi
Mu’adz bin Jabal r.a. menggunakan waktu bangunnya dan saat
memungkinkannya bergerak untuk kebaikan ,tetapi beliau sangat mengharapkan agar
waktu tidurnya pun senatiasa berada di jalan ‘Allah swt dan mencapai ridha-Nya.
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada






