Inovasi Pembelajaran: Proyek Tempe di PAUD BIAS Assalam
PBL (Project Based Learning) atau Pembelajaran Berbasis Proyek
adalah metode pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai inti dari proses
belajar. Dalam PBL, siswa/santri terlibat aktif dalam proyek-proyek yang
relevan dan bermakna, yang dirancang untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan
masalah nyata. Metode ini mendorong siswa/santri berpikir kritis, kreatif, dan
mandiri.
Untuk siswa/santri PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) BIAS Assalam
yang berusia 2-4 th , PBL dapat diterapkan dengan beberapa penyesuaian. Salah
satu contoh penerapannya adalah proyek pembuatan tempe dari biji kedelai hingga
menjadi bahan makanan siap konsumsi. Proyek ini merupakan cara efektif untuk
mengajarkan konsep-konsep dasar sambil melibatkan siswa/santri kecil dalam
aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.
Sesuai dengan topik makanan sehat yang aku sukai, tempe ternyata
menjadi kuliner yang paling disukai dan dikenal oleh siswa/santri. Oleh karena
itu, strategi penguatan dan pengenalan tempe dijadikan sebagai Pembelajaran
Berbasis Proyek (PBL). Pelaksanaan PBL pembuatan tempe di PAUD BIAS Assalam
dimulai pada tanggal 7 September hingga 30 September. Proyek ini tidak hanya
mengajarkan proses pembuatan tempe, tetapi juga memberikan kesempatan kepada
siswa/santri untuk memasarkan produk tempe mereka kepada orang tua atau saudara
yang dikenal.
Awalnya, sesuai rencana, siswa/santri PAUD akan berkunjung ke tempat pengrajin tempe agar mereka bisa
melihat dan mengenal proses pembuatan tempe secara langsung. Namun, rencana ini
tidak terwujud karena tempat pembuatan tempe tersebut beroperasi pada pukul
15.00, yang tentu tidak memungkinkan membawa anak-anak usia dini pada jam-jam
kepulangan di sore hari.Setelah dimusyawarahkan pihak sekolah memutuskan
membuat Tempe sendiri dalam pelasanaan PBL semester ini.
Karena proses pembuatannya membutuhkan waktu cukup lama dan agar
anak-anak bisa melihat serta berpartisipasi dalam pembuatannya, kegiatan
tersebut dilaksanakan secara bertahap.
Tahap I: Pengenalan bahan pembuatan tempe (biji kedelai dan
ragi) dan peralatan yang digunakan (dandang, panci, ember).
Tahap II: Pengenalan jenis produk olahan tempe melalui video,
seperti tempe kripik, tempe goreng, tempe mendoan, kering tempe, dan bacem.
Tahap III: Praktek pembuatan tempe:
- Mencuci biji kedelai hingga
bersih.
- Merendam biji kedelai agar mengembang selama kurang
lebih 6 jam supaya pada saat proses perebusan hasilnya maksimal. Kedelai
direbus selama 1 jam untuk 3 kilogram hingga mendidih atau keluar busanya,
kemudian diangkat untuk didinginkan.
- Memindahkan kedelai ke ember yang berisi cairan 80
cc rendaman kedelai supaya menjadi asam, didiamkan semalaman (fermentasi).
- Membilas rendaman biji kedelai hingga bersih sambil
ditekan-tekan supaya biji kedelai pecah.
- Mengukus biji kedelai selama satu jam, kemudian
didinginkan.
- Menaburi hasil kukusan dengan ragi, kurang lebih
satu sendok makan, diratakan, dan dibungkus dengan plastik atau daun.
Ditunggu selama 2 hari.
Bagi anak-anak, kegiatan ini menggembirakan karena mereka bisa
bermain air dan ikut sibuk membantu mencuci serta memilah biji kedelai. Adapun
bagi guru/ustadzah, mereka merasa bahagia atas terselenggaranya proyek ini
,apalagi PBL Pembuatan Tempe menghasilkan Produk layak jual dan layak saji.
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada






