SERIAL PETIKAN KITAB RIYADUS SHOLIHIN BAB 3 SABAR ,Hadits no. 36.
(Bersabar
di dalam Dakwah)
?????? ?????? ?????? ???????????
?????? ????? ???? ?????????? ?????? ????? ?????? ??????: ????????? ????????
????? ???????? ??????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? ???????? ????
??????????????? ????????? ????? ??????????? ??????????? ???????? ????????
???????????? ?????? ???????? ??????? ???? ????????? ???????: « ??????????
??????? ?????????? ??????????? ??? ???????????? » ????????? ????????.
Dari Abu Abdurrahman
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu, dia berkata, “Seolah-olah aku pernah
melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita tentang salah
seorang Nabi, dia dipukul oleh kaumnya hingga berlumuran darah, sambil mengusap
darahnya di wajahnya dia berdoa,
“Allahummaghfir liqaumii fainnahum laa ya'lamuuna.” (Ya Allah,
ampunilah kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui)
[Shahih
Al-Bukhari no. 3477. Muslim no. 1792]
Penjelasan.
Di dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam menceritakan apa yang pernah terjadi kepada para Nabi Alaihim
Ash-Shalatu wa Sallam. Allah Ta'ala memberikan tugas kepada para Nabi untuk
menyampaikan risalah, karena mereka layak untuk memikul beban tersebut,
sebagaimana Allah Ta'ala berfirman:
???????? ???????? ?????? ???????? ???????????
“Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas
kerasulan-Nya.”
(QS.
Al-An'âm: 6: 124)
Mereka layak untuk memikul dan menyampaikan risalah,
serta dalam melakukan dakwah amar makruf nahi munkar, juga bersabar dalam
menjalankan semua tugas tersebut. Para Rasul disakiti dengan perkataan dan
perbuatan, bahkan dengan cara dibunuh. Allah Ta'ala telah menjelaskan hal itu
di dalam Kitab-Nya. Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya:
???????? ????????? ?????? ????? ???????? ??????????? ????? ???
?????????? ??????????? ??????? ????????? ?????????? ????? ????????? ??????????
???????? ???????? ???????? ???? ?????????? ???????
?????? ????? ??????
???????? ????????????? ?????? ??????????? ???? ?????????? ??????? ??? ?????????
???? ???????? ??? ??????????? ?????????????? ????????? ?????? ?????? ???????
???????????? ????? ???????? ????? ??????????? ???? ?????????????
Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun
telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan yang
dilakukan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Dan
tak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat ketetapan Allah. Dan sesungguhnya,
telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu. Dan jika
keberpalingan mereka terasa amat berat bagimu Muhammad, maka sekiranya engkau
dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan
mukjizat kepada mereka maka buatlah. Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu
Allah jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali
engkau termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-An'âm: 6: 34-35)
Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam, menceritakan tentang salah seorang Nabi yang dipukul oleh kaumnya
karena mereka mengingkari dakwahnya, hingga wajahnya berlumuran darah. Kemudian
dia mengusapnya sambil berdoa,
?????????? ??????? ??????????
??????????? ??? ???????????? » ????????? ????????.
“Allahummaghfir liqaumii fainnahum laa ya'lamuuna
(Ya Allah, ampunilah kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui).”
Sikap Nabi tersebut merupakan puncak kesabaran.
Sebab, jika seseorang dipukul karena urusan duniawi, pasti dia akan naik pitam
dan akan melayangkan pukulan balasan, seperti yang biasa terjadi. Namun, Nabi
tersebut berdakwah untuk mengajak kaumnya menyembah Allah tanpa kepentingan
pribadi.
Meskipun demikian, dia dipukul hingga wajahnya
berlumuran darah. Dia mengusap wajahnya sambil berdoa, “Allahummaghfir liqaumii
fainnahum laa ya'lamuuna (Ya Allah, ampunilah kaumku, sesungguhnya mereka tidak
mengetahui).”
Cerita yang disampaikan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam kepada kita ini bukanlah omong kosong, tetapi baginda
menyampaikan cerita tersebut agar kita bisa memetik pelajaran dari kisah ini.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala:
?????? ????? ???? ?????????? ???????? ????????? ?????????????
“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat
pengajaran bagi orang yang mempunyai akal.” (QS. Yusuf: 12: 111)
Pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini adalah
bahwa kita harus sabar terhadap gangguan yang menimpa kita, baik berupa
perkataan maupun gangguan fisik selama menjalankan dakwah di jalan Allah. Kita
ucapkan peribahasa, “Kamu hanyalah jari jemari yang melukai, dan di jalan Allah
apa yang kamu dapati?”
Selain itu, kita harus sabar terhadap cercaan yang
kita dengar atau yang ditujukan kepada kita selama kita menjalankan dakwah di
jalan Allah. Kita anggap semua itu sebagai sesuatu yang dapat mengangkat
derajat kita dan menghapuskan dosa-dosa kita. Bisa jadi, dalam dakwah kita
terdapat kesalahan seperti kurang ikhlas atau keliru dalam cara berdakwah.
Maka, gangguan atau cercaan yang kita dengar merupakan tebusan terhadap
kesalahan yang kita lakukan. Karena manusia sebanyak apa pun amalannya, tetap
saja ada kekurangannya. Tidak mungkin dia beramal secara sempurna kecuali jika
Allah menghendakinya.
Apabila dia tertimpa musibah dan mendapatkan
gangguan saat berdakwah di jalan Allah, maka itu adalah penyempurna dakwahnya
sekaligus dapat mengangkat derajatnya. Orang yang menjalankan aktivitas dakwah,
hendaknya mengharap pahala dari Allah, dan jangan sekali-kali berpaling seraya
berkata, “Aku tidak mesti melakukan dakwah ini, karena aku kerap mendapat
gangguan, aku letih.” Dia harus bersabar. Dunia ini tidak berlangsung lama,
hanya dalam hitungan hari. Setelah itu, dunia akan hancur. Oleh karena itu, hendaklah
kamu bersabar, hingga Allah memberikan perintah-Nya.
Dalam perkataan Abdullah bin Mas'ud, “Seolah-olah
aku pernah melihat Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam bercerita.” Terdapat
dalil bahwa orang yang menyampaikan sebuah informasi boleh menggunakan sesuatu
yang dapat menguatkan ceritanya. Hal seperti ini adalah hal yang lumrah
dilakukan oleh banyak kalangan dengan mengatakan, “Seolah-olah aku melihat
seseorang mengatakan, ini dan itu.”
Jika seseorang menggunakan cara seperti ini demi
menguatkan apa yang dia sampaikan, berarti dia meneladani Salafush shalih
Radhiyallahu Anhum.
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada






