Studi Manasik di Fatimah Zahra
Semarang, 19 November 2024 - Dalam
suasana pagi yang tenang, santri SDIT BIAS ASSALAM memulai perjalanan mereka
menuju Firdaus Fatimah Zahra, sebuah
pusat pelatihan manasik haji dan umroh yang terkenal dengan fasilitas
replikanya yang hampir menyerupai kondisi di Tanah Suci. Tempat ini dirancang
untuk memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan penuh makna tentang
manasik haji dan umroh.
Firdaus Fatimah Zahra
Firdaus Fatimah Zahra adalah sebuah
lembaga pendidikan dan pelatihan yang fokus pada pembelajaran dan praktik
manasik haji dan umroh. Dengan menyediakan replika kota Mekah dan Madinah,
termasuk bandara King Abdul Aziz, kantor imigrasi, dan Masjid Nabawi, tempat
ini memberikan gambaran nyata dan praktis tentang pelaksanaan haji dan umroh.
Pengalaman Belajar yang Berharga
Setibanya di Firdaus Fatimah Zahra,
para santri disambut dengan ramah oleh tim penerima. Kegiatan dimulai dengan
sesi pengenalan singkat tentang pentingnya manasik haji dan umroh. Dengan penuh
antusiasme, 50 santri kelas 6, 34 santri kelas 5, 34 santri kelas 4, dan 8
santri SMPIC, didampingi oleh 21 guru SD dan 7 guru SMPIC, diajak untuk
berlatih memakai kain ihram, merasakan proses imigrasi dengan tiruan paspor,
dan mengikuti rangkaian latihan manasik yang dipandu oleh pembimbing
berpengalaman.
Rangkaian Kegiatan
- Pelatihan Memakai
Kain Ihram: Santri putra belajar cara memakai
kain ihram dengan bimbingan guru, menghadapi tantangan awal dengan
semangat dan keseriusan.
- Simulasi Proses Imigrasi: Dengan tiruan paspor, santri melewati proses imigrasi dan
memasuki replika bandara King Abdul Aziz.
- Latihan Manasik Haji dan Umroh: Dibimbing oleh instruktur dari Firdaus Fatimah Zahra, santri
mengikuti tahapan manasik haji dan umroh dengan teliti, dari tawaf hingga
sa’i.
- Istirahat di Replika
Masjid Nabawi: Sesi istirahat dihabiskan di
replika Masjid Nabawi, memberikan kesempatan untuk merenung dan menghayati
makna ibadah.
Tantangan dan Pembelajaran
Meskipun kegiatan berjalan lancar,
beberapa santri putra mengalami kesulitan dalam memakai kain ihram. Namun,
dengan bantuan guru, mereka berhasil mengatasi tantangan ini. Waktu kegiatan
yang cukup singkat juga menjadi tantangan, namun tidak mengurangi semangat para
santri untuk belajar.
Kesan dan Harapan
Kegiatan ini meninggalkan kesan yang
mendalam bagi para santri dan guru. "Anak-anak sangat senang dan antusias
mengikuti setiap kegiatan. Tempat ini benar-benar luar biasa dan memberikan
pengalaman yang berharga," ungkap salah satu guru pendamping.
Semoga kunjungan ke Firdaus Fatimah
Zahra ini dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman para santri mengenai
manasik haji dan umroh. Dengan semangat belajar yang tinggi, diharapkan
kunjungan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran dan
memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan santri SDIT BIAS ASSALAM.
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada






