Majalah Dinding SDIT BIAS ASSALAM Bertahan dari Gempuran Gadget
Majalah dinding
(mading) di SDIT BIAS ASSALAM,
yang diasuh oleh Ustadzah Trika Handayani,
menjadi salah satu contoh nyata semangat
berkreativitas dengan karya tulis masih bisa bertahan di tengah gempuran gadget
dan permainan digital. Meskipun saat ini santri
santri SDIT lebih tertarik pada permainan game, mading di sekolah ini tetap
eksis dan menjadi wadah kreativitas bagi santri santri yang memiliki minat pada
karya karya tulis. Artikel ini akan
membahas manfaat majalah dinding, kendala yang dihadapi, serta kolaborasi
dengan ekstra kurikuler jurnalis yang mendukung keberlangsungan
![]() |
mading.
Manfaat Majalah Dinding :
1.
Media Informasi: Mading
bisa digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan informasi penting, seperti
jadwal kegiatan sekolah, pengumuman, dan berita-berita terkini yang relevan
dengan kehidupan sekolah.
2.
Meningkatkan
Kreativitas: Dengan terlibat dalam pembuatan mading, santri dapat
mengembangkan kreativitas mereka dalam hal desain, tata letak, dan penulisan.
3.
Meningkatkan
Kemampuan Menulis: Mading memberikan kesempatan kepada santri
untuk berlatih menulis artikel, cerita, puisi, atau laporan yang dapat
meningkatkan kemampuan menulis mereka.
4.
Meningkatkan
Kepercayaan Diri: Melihat karya mereka dipajang di mading
dapat meningkatkan rasa percaya diri santri dan memotivasi mereka untuk terus
berkarya.
5.
Pembelajaran
Kolaboratif: Mading sering kali dibuat secara berkelompok, sehingga
dapat mengajarkan santri tentang kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab
bersama.
6.
Media Edukasi: Mading
bisa digunakan sebagai sarana edukasi dengan menampilkan materi pelajaran,
kutipan inspiratif, atau informasi keislaman yang dapat menambah wawasan
santri.
7.
Mengasah Keterampilan
Berpikir Kritis: Dalam proses pembuatan mading, santri
diajak untuk berpikir kritis dalam memilih dan menyusun informasi yang akan
disajikan.
Kendala yang
Dihadapi
Meskipun memiliki banyak manfaat, majalah
dinding juga menghadapi beberapa kendala yang membuatnya kurang diminati oleh
sebagian siswa. Beberapa kendala tersebut antara lain:
Tantangan Majalah Dinding
Persaingan
Gadget
Ketertarikan siswa pada teknologi mengurangi keterlibatan dengan majalah
dinding.
Keterlibatan Siswa yang Rendah
Kurangnya minat menyebabkan kontribusi yang minimal pada majalah
dinding.
Sumber Daya
Terbatas
Keterbatasan dalam materi dan dukungan menghambat produksi
majalah dinding.
1. Persaingan dengan Gadget: Anak-anak saat ini
lebih tertarik pada gadget dan permainan digital, yang membuat mereka kurang
tertarik untuk berkontribusi pada mading.
2. Kurangnya Waktu: Dengan banyaknya kegiatan
ekstrakurikuler dan tugas sekolah, siswa sering kali merasa tidak memiliki
cukup waktu untuk menulis atau berkontribusi pada mading.
3. Minimnya Promosi: Kurangnya promosi tentang
keberadaan dan manfaat mading di kalangan siswa dapat menyebabkan mereka tidak
menyadari pentingnya berpartisipasi.
Kolaborasi dengan Ekstra Kurikuler
Jurnalis
Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, SDIT BIAS ASSALAM bekerja
sama dengan ekstra kurikuler
jurnalis. Kolaborasi ini memungkinkan Santri SDIT untuk tetap mengirimkan
karya-karya mereka, seperti puisi, komik, dan kliping. Dengan adanya dukungan
dari ekstra kurikuler, proses kreativitas santri tidak
terhalang oleh perkembangan digital.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi
semakin maju, kreativitas santri tetap dapat berkembang melalui
media tradisional seperti
majalah dinding. Mading di SDIT BIAS
ASSALAM bukan hanya sekadar tempat untuk menempelkan karya, tetapi juga menjadi simbol ketahanan budaya tulis di era
digital.
Dengan demikian, majalah dinding di SDIT BIAS
ASSALAM tetap menjadi sarana penting bagi santri untuk mengekspresikan diri dan berkolaborasi,
meskipun tantangan dari gadget dan permainan digital terus ada.
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada







