Ujian Tahfidz SDIT BIAS Assalam: Menguji Hafalan Juz 28-30

"?????? ??????? ?????????? ????????? ???????? ???? ????????????" (QS. Al-Hijr: 9)

"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya."

Tegal, Selasa 21 Januari 2025 mulai pukul 09.00 - Suasana di kampus SDIT BIAS Assalam hari ini penuh semangat dan antusiasme. Sebanyak 12 santri kelas 6 menghadapi tantangan besar dalam Ujian Tahfidz Al-Qur'an yang mencakup Juz 28, 29, dan 30. Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Kementerian Agama Kota Tegal dan Jamiatul Quro Wal Huffad (JQHNU) Tegal, bertujuan untuk menguji hafalan Al-Qur'an dengan standar tinggi.

Standar MTQ Jadi Tolok Ukur Hafalan

Dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag, H. Ahmad Mudzir, S.Ag., M.M., bersama Ketua JQHNU, KH Maqdum, dan empat penguji lainnya, ujian ini menjadi momen penting bagi para santri. "Program ini tidak hanya sekadar ujian, tetapi juga alat ukur kualitas hafalan santri sesuai dengan standar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)," ujar H. Ahmad Mudzir.

Persiapan Intensif dan Sinergi Orang Tua

Demi suksesnya ujian, pihak sekolah telah mengadakan pembinaan murojaah intensif selama dua minggu terakhir. Kerja sama dengan orang tua di rumah juga diintensifkan untuk mendukung anak-anak dalam menghafal. "Kolaborasi ini diharapkan mampu memacu semangat anak-anak untuk lebih giat dalam menghafal Al-Qur'an," tambah salah satu guru pembimbing.

Sistem Ujian dan Prestasi Hafalan

Ujian dilaksanakan dengan metode bergantian, di mana setiap penguji akan menguji tiga anak secara bergantian. Seluruh hafalan dibaca langsung hingga selesai. Dari 12 peserta, satu santri berhasil menghafal tiga juz, lima santri menghafal dua juz, dan enam santri fokus pada Juz 30. Kendala seperti tugas sekolah, kesehatan, dan fase pubertas menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Kisah Inspiratif Para Santri

Billy, salah satu peserta, mengungkapkan rasa tegang meskipun telah melakukan banyak murojaah di rumah bersama kakaknya. Sementara itu, Syrenka, juara lari tingkat SD Kota Tegal, merasakan gugup yang mirip saat akan berlomba. "Setiap habis Maghrib, saya selalu murojaah agar lebih siap," ujarnya penuh semangat.

Harapan dan Pesan Kemenag

Kemenag berharap ujian ini dapat menjadi pemacu semangat para santri untuk terus meningkatkan hafalan mereka hingga mencapai 30 juz. "Ujian ini bukan untuk menilai bisa atau tidak, tetapi untuk memastikan hafalan sesuai dengan standar tajwid dan fashohah yang baik," pesan H. Ahmad Mudzir.

Harapan Besar dari Penanggung Jawab Program

Ustd. Munawaroh, S.Q., penanggung jawab program tahfidz unggulan, menyampaikan optimismenya. "Program tahfidz yang dimulai sejak tahun 2020 ini telah menunjukkan hasil yang membanggakan. Beberapa santri memulai hafalan sejak kelas 2, sementara lainnya baru memulai di kelas 4. Harapan besar disematkan kepada para santri agar mereka lulus dengan hasil memuaskan dan melanjutkan hafalan mereka di jenjang pendidikan berikutnya," ujarnya penuh harap.

Apa itu JQHNU?

Jamiatul Quro Wal Huffad Nahdlatul Ulama (JQHNU) adalah organisasi di bawah Nahdlatul Ulama yang berfokus pada pembinaan dan pengembangan kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur'an. JQHNU berperan penting dalam menjaga kualitas hafalan Al-Qur'an melalui berbagai program pelatihan yang sesuai dengan standar keagamaan.

Semoga ujian tahfidz kali ini membawa hasil terbaik dan menjadi langkah awal menuju generasi yang cinta Al-Qur'an.

 

Video



    
   

Guru dan Karyawan


Data Guru tidak ada

PPDB 2026-2027


Follow us


Kontak


Alamat :

Jl Dadali No. 12 Randugunting

Telepon :

0283 4534 123 - 0852-2527-3641

Email :

humaspsb2019@gmail.com

Website :

www.biastegal.sch.id

Media Sosial :

Banner


Berita Terbaru


Image

Bijak Menjaga Retak Sosial

Image

Neraka Pun Enggan Menyentuh Mereka

Image

Ketika Semua Tidak Harus Berbalas

Image

Tidak Harus Terlihat Hebat

Image

Mengenal Sakaratul Maut

Image

Ketulusan Yang Berbuah Penghargaan

Visitor