Menyemai Keimanan di Batita Centre BIAS ASSALAM
??? ???????? ????????? ??????? ???? ???????????? ????????????? ?????? ?????????? ???????? ??????????????
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan
batu." (QS. At-Tahrim: 6)
Ketika Ramadan tiba, semangat ibadah menyala di berbagai
lapisan masyarakat, termasuk di kalangan anak-anak. Di Unit Batita Centre BIAS
ASSALAM PK 0070, suasana Ramadan tidak hanya terasa di hati para pendidik,
tetapi juga di ruang-ruang belajar yang dipenuhi wajah-wajah mungil yang baru
mengenal dunia. Dengan metode yang penuh kreativitas dan kelembutan, mereka
diajak untuk menapaki jejak ibadah di bulan yang suci ini.
Setiap pagi, suara-suara kecil penuh semangat menggema
dalam lantunan huruf Hijaiyah. Anak-anak diajak mengenal dan mencintai
Al-Qur'an sejak dini melalui sesi mengaji dan tadarus bersama. Ayat tentang
kewajiban puasa dalam QS Al-Baqarah ayat 183 pun menjadi bagian dari
pembelajaran mereka, ditanamkan dalam benak kecil mereka dengan penuh kasih
sayang.
Tak hanya itu, Simulasi sholat tarawih menjadi pengalaman
unik bagi mereka. Dengan gerakan sederhana, mereka belajar rukuk, sujud, dan
berdiri dalam barisan kecil yang menggemaskan. Begitu pula dengan Simulasi
sahur dan buka puasa, yang dikemas dengan cara yang menyenangkan. Ketika mereka
minum susu di pagi hari, mereka diajak memahami konsep sahur, dan saat
menikmati snack sore, mereka dikenalkan dengan momen berbuka puasa.
Salah satu momen yang menghangatkan hati adalah janji
tauhid atau ikrar pagi yang diucapkan anak-anak dengan penuh keceriaan. Ini
menjadi langkah awal mereka dalam mengenal nilai-nilai keislaman, yang kemudian
diperkuat dengan kultum harian dari ustadzah. Tema-tema sederhana seperti
berkata baik, meminta maaf, dan mengucapkan terima kasih menjadi topik utama
yang diajarkan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Tak ketinggalan, sesi tafaqquh fiddin menjadi favorit bagi
anak-anak. Mereka bernyanyi dan bertepuk tangan dalam lagu-lagu bertema puasa,
mengenal konsep zakat fitrah, serta mengikuti lomba seru seperti kompetisi lari
mengambil huruf Hijaiyah. Kreativitas ini membuat nilai-nilai agama lebih mudah
tertanam dalam hati mereka.
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada






