Portofolio Santri: Jejak Perjalanan Belajar
Sabtu, 15 Maret 2025, hujan rintik
turun membasahi Kampus RA BIAS ASSALAM. Waktu menunjukkan pukul 16.00 ketika
satu per satu orang tua datang, menyusuri halaman sekolah yang dipenuhi canda
tawa anak-anak mereka. Di aula sederhana yang telah ditata rapi, sekitar 100
orang tua dan santri berkumpul dalam sebuah acara penting: Pembagian Portofolio
Laporan Capaian Pembelajaran Peserta Didik Mid Semester II Tahun Ajaran
2024/2025 sekaligus Buka Puasa Bersama.
Suasana terasa hangat, meski langit
mendung menggantung. Para ustadzah bersiap dengan map-map portofolio ? yang berisi catatan perjalanan
belajar santri selama tiga bulan terakhir. Ini bukan sekadar laporan nilai,
melainkan rekaman detail bagaimana setiap santri berkembang—dari bagaimana
mereka mulai merangkai kata, memahami doa-doa pendek, hingga bagaimana ekspresi
mereka saat menggambar atau menyusun puzzle.
? Dua Kegiatan dalam Satu Momen
Ketika waktu berbuka semakin dekat, kegiatan pun dibagi menjadi dua:
? Orang tua tetap berada di aula,
mengikuti tausiah dari Ustadzah Nur Aeni
? Santri berbuka puasa dengan
bimbingan ustadzah di ruang terpisah
Tidak ada kebisingan yang
mengganggu. Orang tua menyimak ceramah dengan khidmat, sementara anak-anak
menikmati momen berbuka dengan riang, berbagi kurma dan air putih sebelum
menyantap makanan ringan yang telah disediakan.
? Portofolio: Jembatan Komunikasi
antara Ustadzah dan Orang Tua
Selepas berbuka, satu per satu orang tua menerima portofolio anak mereka.
Beberapa tersenyum membaca catatan ustadzah, ada yang tampak serius mencermati
hasil karya buah hati mereka.
? “Ternyata anak saya sudah mulai
bisa menulis namanya sendiri,” ujar seorang ibu, matanya berbinar.
? “Ini gambar rumah atau pesawat
luar angkasa?” seorang ayah tertawa kecil melihat coretan anaknya.
Portofolio bukan hanya selembar
laporan, tetapi jejak perjalanan perkembangan anak. Ia menjadi bukti bahwa
belajar bukan sekadar mengejar angka, tetapi merayakan proses.
Saat malam mulai turun, satu per
satu peserta berpamitan. Hujan telah reda, dan langit tampak lebih jernih. Di
tangan para orang tua, map portofolio itu digenggam erat—seolah menyimpan
harapan besar untuk masa depan anak-anak mereka. ?
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada






