Sabar Menunggu Jawaban Doa

Termasuk kesabaran menghadapi cobaan, adalah sabar dalam menunggu jawaban doa yang telah dipanjatkan kepada Allah.

Ada doa yang telah kita ucapkan lebih dari sepuluh tahun, namun belum ada tanda-tanda terkabulnya doa itu. Tugas kita hanyalah memohon dan berserah diri. Apakah doa itu dijawab atau tidak, itu adalah hak mutlak Allah. Demikian pula waktu dan cara pengabulannya, semua kembali kepada kehendak-Nya. Setiap pemohon hendaknya tunduk dan ridha kepada ketetapan Allah, meski belum nampak jawaban.

Kita harus sabar menunggu jawaban Allah. Jika sedikit saja ada perasaan terburu-buru, permohonan itu bisa tertolak. Doa yang disertai desakan dan ketidaksabaran, seolah-olah hendak mendikte Allah, memaksa-Nya bertindak sesuai dengan kehendak manusia. Na‘?dzu bill?hi min dz?lik.

Rasulullah ? bersabda:

??????????? ??????????? ??? ???? ????????? ???????: ???????? ?????? ?????????? ???

“Permohonan salah seorang dari kalian akan dikabulkan, selama ia tidak tergesa-gesa dan berkata, ‘Aku telah berdoa, namun belum juga dikabulkan.’”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a.)

Kita juga dapat meneladani kesabaran Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. dan istrinya dalam berdoa untuk anaknya, Abdurrahman. Dalam catatan sejarah, Abdurrahman pernah menentang ayahnya dan bahkan berperang melawan kaum Muslimin di Perang Badar. Betapa pedih hati seorang ayah yang shalih dan setia mendampingi Rasulullah ?, justru harus menghadapi anak kandungnya sendiri sebagai lawan.

Namun, Abu Bakar dan istrinya tidak berputus asa. Mereka terus berdoa dan berharap hidayah Allah untuk putranya. Doa itu berlangsung puluhan tahun, bahkan sampai sang ibunda wafat tanpa melihat anaknya memeluk Islam. Namun Abu Bakar tetap melanjutkan doanya.

Sungguh, kisah ini mengingatkan kita pada doa Nabi Ibrahim ‘alayhis-sal?m yang juga memohon keturunan yang saleh:

????? ???? ??? ???? ????????????? ? ?????????????? ????????? ???????

"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh."
"Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang sangat sabar."
(QS. Ash-Shaffat [37]:100–101)

Beberapa tahun setelah wafatnya sang ibu, Allah pun mengabulkan doa Abu Bakar. Abdurrahman akhirnya masuk Islam dan menjadi sahabat yang dicintai Nabi ?. Bahkan, ketika Nabi menjelang wafat, Abdurrahman-lah yang membawakan siwak, dan ‘Aisyah membersihkannya serta menggosokkan ke mulut Nabi ?.

Begitu pula ketika Abu Bakar mendekati ajalnya, Abdurrahman menjadi penghiburnya dan mendapat amanah untuk mengurusi jenazah sang ayah. Padahal puluhan tahun sebelumnya, dialah yang sangat menyusahkan kedua orang tuanya.

Tidak semua permohonan manusia dikabulkan seketika. Ada kalanya dibutuhkan kesabaran ekstra, sebab Allah telah menetapkan jadwal terbaik sesuai hikmah-Nya.

(Terapi Sholat Bahagia , Prof.Dr.Moh.Ali Azis, M.Ag)

Video



    
   

Guru dan Karyawan


Data Guru tidak ada

PPDB 2026-2027


Follow us


Kontak


Alamat :

Jl Dadali No. 12 Randugunting

Telepon :

0283 4534 123 - 0852-2527-3641

Email :

humaspsb2019@gmail.com

Website :

www.biastegal.sch.id

Media Sosial :

Banner


Berita Terbaru


Image

Bijak Menjaga Retak Sosial

Image

Neraka Pun Enggan Menyentuh Mereka

Image

Ketika Semua Tidak Harus Berbalas

Image

Tidak Harus Terlihat Hebat

Image

Mengenal Sakaratul Maut

Image

Ketulusan Yang Berbuah Penghargaan

Visitor