Mengajarkan Doa Sejak Dini

Di sebuah ruangan mungil di Tegal, para batita itu sibuk dengan dunianya. Ada yang baru belajar berjalan, ada yang masih merangkak pelan sambil memeluk boneka, dan ada pula yang duduk tenang menggenggam botol susu. Usia mereka belum genap tiga tahun, tapi satu kebiasaan mulia sudah mulai tumbuh di tengah aktivitas harian mereka: berdoa sebelum melakukan apa pun.

Di Batita Center RA BIAS Assalam, doa menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kegiatan. Setiap kali anak-anak hendak makan, minum susu, tidur siang, mandi, atau mengenakan pakaian, para ustadzah tak pernah lupa mengajak mereka membaca doa yang sesuai. “Bismillah...” menjadi pembuka bagi banyak hal kecil yang dilakukan sehari-hari.

“Awalnya mereka hanya mendengar. Tapi kami tetap membacakan doa setiap kali ada momen,” ujar salah satu ustadzah. “Meskipun belum bisa bicara, mereka memperhatikan. Dan ketika tiba saatnya mereka mulai bisa berbicara, doa-doa itu keluar begitu saja dari mulut mereka.”

Tidak ada target hafalan. Tidak ada metode menghafal khusus. Hanya kebiasaan yang dibentuk dengan konsistensi dan kelembutan. Bahkan anak-anak yang baru bisa mengucap satu dua suku kata, tetap dibiasakan untuk mengikuti doa—meskipun hanya bagian akhirnya saja. Dan itu cukup. Karena dalam pengulangan, ada pembiasaan. Dalam pembiasaan, tertanam pemahaman.

Kebiasaan sederhana ini sejalan dengan pesan agung dalam Al-Qur’an:

??? ???????? ????????? ???????? ????? ??????????? ????????????? ??????? ?????????? ???????? ??????????????

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..."
(QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini bukan hanya seruan untuk menjaga keluarga secara fisik, tapi juga secara spiritual—dengan menanamkan nilai-nilai keimanan sejak anak belum tahu banyak tentang dunia, tapi sudah mulai mengenal nama Tuhannya.

Doa-doa yang diajarkan di Batita Center ini mencakup berbagai aktivitas keseharian: doa sebelum dan sesudah makan, doa tidur dan bangun tidur, doa masuk dan keluar kamar mandi, doa saat mengenakan dan melepas pakaian, doa untuk kedua orang tua, dzikir sederhana setelah shalat, doa naik kendaraan, hingga doa kebaikan dunia dan akhirat.

Semua dilakukan dengan cara yang menyatu dalam rutinitas harian. Ketika anak-anak selesai makan siang, mereka diajak membaca doa. Saat hendak mandi atau toilet training, mereka diajak mengucap doa masuk kamar mandi dan melepas pakaian. Setelah sholat, dzikir tiga serangkai “Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar” menjadi lantunan yang dikenalkan sejak dini.

Kendala berarti? Hampir tidak ada. Justru yang mengejutkan adalah, saat anak-anak ini mulai bisa berbicara, doa-doa itu mengalir keluar dengan lancar, seolah sudah disimpan lama di ruang ingatan mereka.

Mereka mungkin belum sepenuhnya paham arti tiap kata. Tapi suara lembut para ustadzah yang sabar membimbing mereka, telah memperkenalkan satu hal besar sejak sangat kecil: koneksi batin antara manusia kecil dan Tuhan Yang Maha Besar

Video



    
   

Guru dan Karyawan


Data Guru tidak ada

PPDB 2026-2027


Follow us


Kontak


Alamat :

Jl Dadali No. 12 Randugunting

Telepon :

0283 4534 123 - 0852-2527-3641

Email :

humaspsb2019@gmail.com

Website :

www.biastegal.sch.id

Media Sosial :

Banner


Berita Terbaru


Image

Bijak Menjaga Retak Sosial

Image

Neraka Pun Enggan Menyentuh Mereka

Image

Ketika Semua Tidak Harus Berbalas

Image

Tidak Harus Terlihat Hebat

Image

Mengenal Sakaratul Maut

Image

Ketulusan Yang Berbuah Penghargaan

Visitor