Akhirussanah BIAS ASSALAM 2025
Menyemai
Nilai Islam, Menuai Cahaya Peradaban
Gedung Hanggawana Samsat Kota Tegal, Kamis, 29 Mei 2025
Suasana pagi di Gedung Hanggawana
terasa berbeda dari biasanya. Kamis itu, ratusan orang tua dan tamu undangan memadati
ruangan, menyambut momen tahunan yang selalu dinantikan: Akhirussanah BIAS
ASSALAM 2025—sebuah selebrasi penuh makna untuk menutup tahun ajaran
2024/2025.
Tahun ini, akhirussanah mengusung
tema besar “Menyemai Nilai Islam, Menuai Cahaya Peradaban”—bukan sekadar
slogan, melainkan cermin semangat lembaga dalam menanamkan karakter Islami
sejak dini hingga remaja. Di tangan para guru dan pembimbing, pendidikan tak
hanya soal angka dan rapor, tapi juga tentang menumbuhkan akhlak, rasa, dan
arah hidup.
Akhirussanah bukan hanya momen
pelepasan. Ia menjelma menjadi panggung ekspresi, ajang apresiasi, dan
perpisahan yang menyentuh. Terselip harapan, doa, dan keyakinan bahwa benih
yang disemai selama ini akan tumbuh menjulang di masa depan.
Tepat pukul 07.47 WIB, tirai pembuka
ditarik dengan penampilan manis dari 17 santri Kelompok B RA BIAS ASSALAM yang
membawakan Tari Kupu Cedung. Dengan gerakan lincah nan padu, mereka
menghidupkan suasana pagi. Tarian ini disiapkan dengan arahan dari Phrativi
Dian PA dari Sanggar Tari Perwita Sari, bersama Ustadzah Cici
Susanti, S.Pd., yang membimbing dengan kelembutan dan ketekunan.
Tujuh menit berselang, Ibu
Indrati Laksmi Putri, S.Pd. naik ke panggung. Sebagai pembawa acara, ia
membuka kegiatan secara resmi. Dengan suara tenang dan bahasa yang bersahabat,
ia mengalirkan suasana hangat yang menyatukan hadirin dari berbagai jenjang:
PAUD, RA, SD, hingga SMP.
Keharuan mulai merayap ketika empat santri
Tahfidz SDIT BIAS ASSALAM ,Ananda Salma
Afifah ,Mariyatul Qibtiyah , Haidar Mustofa dan Ananda Salma Rahmawati naik ke atas panggung. Dengan tartil yang
bening dan penuh penghayatan, mereka mendemonstrasikan hafalan Surat
Al-Ma’arij ayat 1–44, menghadirkan ketenangan spiritual di tengah hiruk
pikuk perayaan.
Tak lama kemudian, hadirin berdiri.
Dipimpin oleh Ustadzah Iin Meilarsih, mereka menyanyikan Lagu
Indonesia Raya yang menggema dalam ruangan. Iringan musik latar yang syahdu
menambah kekhidmatan. Momen itu menjadi pengingat bahwa cinta Tanah Air dan
nilai-nilai Islam bisa berjalan beriringan, saling menguatkan.
Akhirussanah tahun ini juga menjadi
momen pelepasan santri dari berbagai jenjang di lingkungan Yayasan BIAS
ASSALAM: SMPIC sebanyak 4 santri, SDIT 40 santri, RAIT 36 santri, dan
PAUD 15 santri. Mereka tak sekadar berpindah jenjang, tapi membawa nilai
yang telah ditanamkan—siap tumbuh di lahan baru, menerangi masa depan
peradaban.
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada






