Field Trip Penuh Warna dan Makna

Matahari belum terlalu tinggi ketika rombongan kecil PG Besar PAUD BIAS ASSALAM  tiba di Taman Wisata Purbawahana, Balamoa, Slawi. Suara riuh tawa anak-anak bercampur dengan panggilan lembut ustadzah yang menggiring langkah-langkah mungil ke area terbuka.

Hari itu, Rabu, 3 Juni 2025, bukan hari belajar seperti biasanya. Tak ada meja, tak ada krayon. Buku digantikan dedaunan. Dinding kelas digantikan langit yang luas. Belajar hari ini berlangsung dengan kaki telanjang di atas rumput, mata terbelalak oleh dunia baru yang hidup dan bergerak.

Santri-santri yang terbagi dalam Kelompok Pesawat dan Kapal itu memulai petualangan mereka dengan kegiatan outbound. Dimulai dengan Kompetisi Es Krim Bola, mereka belajar menjaga keseimbangan sambil berlari. Bola plastik berwarna-warni jadi ‘es krim’ yang harus dibawa hati-hati hingga garis finish. Setelah itu, tawa dan sorak pun meledak dalam permainan estafet holahop — satu lingkaran besar yang harus disalurkan dari satu tubuh kecil ke tubuh lainnya, tanpa terputus.

Lelah tapi bahagia, anak-anak lalu berganti baju dan menceburkan diri ke kolam renang. Gemuruh air dan sorak mereka memenuhi udara. Tapi keseruan belum usai. Setelah tubuh kering oleh angin, langkah mereka lanjut ke bagian yang paling ditunggu: taman satwa.

Di sini, anak-anak melihat dunia dari sisi yang lain.
Ada kolam ikan air tawar dengan aneka jenis ikan berwarna-warni. Beberapa anak duduk di tepi kolam sambil melemparkan pakan, tertawa geli saat ikan-ikan itu berebut di permukaan air. “Wah, seru ya! Bisa ngasih makan,” ujar salah satu santri, matanya berbinar.

Di area satwa darat, mereka bertemu dengan beraneka hewan jinak hingga buas. Ada burung-burung dengan bulu warna-warni, bebek yang lucu ,berang-berang yang lincah, kura-kura yang tenang, hingga ular yang menggeliat di balik kaca. Di ujung taman, seekor buaya besar tidur malas di bawah sinar matahari—cukup membuat beberapa anak mundur selangkah, tapi tetap penasaran.

“Melihat langsung satwa seperti ini, bukan hanya bikin mereka senang, tapi juga membuka rasa ingin tahu. Anak-anak jadi belajar mencintai ciptaan Allah, dan menyadari betapa luar biasanya alam semesta,” tutur Ustadzah Rina salah satu guru pendamping.

Kegiatan hari itu ditutup dengan naik kereta wisata, berkeliling taman sambil menikmati angin sore. Wajah-wajah kecil terlihat lelah, tapi bahagia. Ada yang tertidur dalam dekapan ustadzah, ada juga yang masih bercerita antusias tentang buaya atau es krim bolanya yang jatuh tiga kali.

Field Trip ini bukan sekadar jalan-jalan. Ini adalah perjalanan kecil yang menyentuh banyak sisi — rasa syukur, rasa ingin tahu, semangat bergerak, dan cinta pada alam. Sebuah pembelajaran yang tak selalu bisa dituliskan di buku, tapi akan tinggal lama di hati mereka yang menjalaninya.


Video



    
   

Guru dan Karyawan


Data Guru tidak ada

PPDB 2026-2027


Follow us


Kontak


Alamat :

Jl Dadali No. 12 Randugunting

Telepon :

0283 4534 123 - 0852-2527-3641

Email :

humaspsb2019@gmail.com

Website :

www.biastegal.sch.id

Media Sosial :

Banner


Berita Terbaru


Image

Bijak Menjaga Retak Sosial

Image

Neraka Pun Enggan Menyentuh Mereka

Image

Ketika Semua Tidak Harus Berbalas

Image

Tidak Harus Terlihat Hebat

Image

Mengenal Sakaratul Maut

Image

Ketulusan Yang Berbuah Penghargaan

Visitor