Cahaya Itu Masih Menyala

Laporan Pelaksanaan Akhirussanah 2025
Tema: Menyemai Nilai Islam, Menuai Cahaya Peradaban
Gedung Hanggawana Samsat Kota Tegal, Kamis, 29 Mei 2025

Alhamdulillah, acara Akhirussanah Yayasan Bias Assalam tahun 2025 berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan di Gedung Hanggawana, Kota Tegal. Suasana haru dan syukur begitu terasa saat keluarga besar Bias Assalam berkumpul melepas para santri yang menuntaskan fase penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Hari itu bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum reflektif tentang apa yang telah ditanam, dan harapan tentang apa yang akan tumbuh.

Sejak pagi, para tamu mulai berdatangan. Senyum para guru, hangatnya sapaan wali santri, dan lincahnya anak-anak menjalin harmoni yang tak dibuat-buat. Saat prosesi dimulai, para wisudawan dari PAUD, RA, SDIT, hingga SMP IC tampil bersahaja dalam balutan busana khas. Tak sedikit orang tua yang mengusap mata ketika nama anak mereka dipanggil. Dalam keharuan itulah, kata-kata menyentuh dari perwakilan wali santri, Bapak Ibnu Sina, membuka rangkaian sambutan. Dengan tutur lembut dan penuh makna, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas ketulusan para guru yang telah mendidik dan membimbing anak-anak mereka dengan kesabaran dan cinta. Ia juga menitipkan pesan agar komunitas pendidikan seperti Bias Assalam terus menanamkan karakter dan akhlak sebagai fondasi utama.

Drs. Mulyanto, M.T., selaku Ketua Yayasan Bias Assalam, berdiri dengan tenang namun mantap. Ia membuka sambutan dengan rasa syukur atas limpahan rahmat dan kekuatan yang Allah berikan dalam perjalanan yayasan. Dalam tutur yang bersahaja, ia mengajak seluruh yang hadir untuk terus menjaga kemurnian niat mendidik, meski kadang jalan terasa menanjak. Ia menyampaikan bahwa Yayasan Bias Assalam telah melalui pasang surut, namun keberadaan para orang tua, guru, dan relawan adalah alasan kenapa cahaya itu masih menyala. “Mari terus semai nilai-nilai Islam dalam setiap kegiatan. Karena dari situlah peradaban berakar,” ungkapnya.

Suasana semakin menghangat ketika Ustaz Untung, sosok yang telah lama menjadi bagian dari Bias Assalam sejak masa awal pengajian keliling, naik ke atas panggung. “Saya ini stok lama tapi baru muncul,” candanya disambut tawa ringan hadirin. Ia bercerita tentang masa-masa awal Bias, ketika anak-anak mengaji di rumah-rumah warga, sebelum akhirnya menjelma menjadi lembaga pendidikan yang utuh. Meski lama berada di balik layar yayasan, kini beliau kembali hadir untuk membersamai SMPIC yang ingin bangkit lebih baik. “Kita pernah mencapai angka 700 santri. Hari ini kita tidak bicara angka, tapi semangat untuk kembali berjaya. Semangat untuk mendidik sungguh-sungguh, kembali ke fitrah,” pesannya dengan nada menggugah.

Sebagai penutup sesi sambutan, Bapak Trisari Novianto, S.STP, M.Si dari Dinas Pendidikan Kota Tegal memberikan apresiasi atas kiprah Yayasan Bias Assalam dalam membangun karakter dan spiritualitas anak-anak. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter bukan hanya pelengkap, tetapi harus menjadi pondasi utama dalam sistem pendidikan. “Apa yang dilakukan Bias Assalam menjadi bagian dari cahaya yang semestinya terus dijaga dalam dunia pendidikan,” ujarnya tegas.

Momen yang tak kalah istimewa datang ketika Yayasan menyerahkan Anugerah BIAS Award sebagai bentuk penghargaan kepada wali santri yang menunjukkan dedikasi luar biasa. Penghargaan ini tidak hanya simbolik, tapi juga menjadi pengingat bahwa pendidikan anak adalah hasil kerja bersama antara rumah dan sekolah. Berikut adalah nama-nama penerima Anugerah BIAS Award tahun 2025:

  • Dr. Wiharto, wali santri Narendra Aryasena (SDIT)
  • Bapak Ahmad Durori, wali santri Faimah Azzahra (SDIT)
  • Bapak Santo Wibowo, wali santri Erlangga Gagah Prakosa (RA)
  • Bapak Setia Wahyudi, wali santri Azzahra Althofunnisa (RA)
  • Bapak Dani Senja Wijayanto, wali santri Adiba Wijayanto (PAUD)
  • Bapak Tri Yoga W., wali santri Rafif Albi Alfarizqi (PAUD)
  • Bapak Ibnu Sina, S.T., wali santri Arfa Disna (SMPIC)
  • Bapak Kuswondo, wali santri M. Agus Khoiruzzaman (SMPIC)

Tepuk tangan bergemuruh mengiringi penyerahan plakat dan bunga sebagai simbol penghargaan. Sebagian wali santri terlihat terharu menerima apresiasi yang begitu hangat. Hari itu, yang terpancar bukan hanya kebanggaan, tapi juga harapan. Harapan bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai Islam akan terus menjadi cahaya, menerangi perjalanan anak-anak menuju masa depan.

Dan benar, cahaya itu masih menyala. Di tengah dinamika zaman, Bias Assalam tak berhenti menyemai. Dengan tekad dan kebersamaan, mereka terus menanam nilai, agar kelak dapat memanen cahaya yang menyinari peradaban.

Video



    
   

Guru dan Karyawan


Data Guru tidak ada

PPDB 2026-2027


Follow us


Kontak


Alamat :

Jl Dadali No. 12 Randugunting

Telepon :

0283 4534 123 - 0852-2527-3641

Email :

humaspsb2019@gmail.com

Website :

www.biastegal.sch.id

Media Sosial :

Berita Terbaru


Image

Bijak Menjaga Retak Sosial

Image

Neraka Pun Enggan Menyentuh Mereka

Image

Ketika Semua Tidak Harus Berbalas

Image

Tidak Harus Terlihat Hebat

Image

Mengenal Sakaratul Maut

Image

Ketulusan Yang Berbuah Penghargaan

Banner


Visitor