Bahagianya Melaksanakan Sunah Nabi
Tak semua jalan ke surga harus
dilalui dengan darah dan air mata. Ada jalan lembut yang terasa ringan, tapi
berat timbangannya di sisi Allah. Salah satunya: menjaga sunah Nabi Muhammad ?.
Pagi itu selepas Subuh, seorang
bapak paruh baya menyelipkan siwak kecil ke sakunya dan tersenyum menyapa
jamaah. Mungkin tampak sepele. Tapi justru dari situlah cahaya itu
tumbuh—langkah kecil meneladani Rasulullah ? yang membawa ke agungnya akhirat.
Dalam hadits yang dibacakan pagi
itu, Rasulullah ? bersabda:
????
????? ?????????? ?????? ????? ??????? ??????? ?:
????? ???????? ???????????
?????????? ?????? ???? ??????
???????: ??? ??????? ???????? ??????
????????
?????: ???? ?????????? ??????
??????????? ?????? ???????? ?????? ?????.
(HR. Bukhari – Riyadhus Shalihin Bab 16)
Artinya: “Setiap umatku akan masuk surga,
kecuali yang enggan.”
Para sahabat bertanya, “Siapa yang enggan itu, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Barangsiapa yang mentaatiku, maka ia masuk surga. Dan
barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.”
Lalu
bagaimana cara taat kepada Nabi?
Apakah harus berat dan sulit?
Ternyata tidak. Banyak dari sunah
beliau justru terasa ringan, praktis, tapi bernilai dahsyat. Asal kita tahu
jenis-jenisnya.
5
Jenis Sunah yang Perlu Dikenali:
- Sunah Qauliyyah – Ucapan Nabi ?
Seperti anjuran shalat malam, larangan ghibah, atau perintah menyebarkan salam. - Sunah Fi’liyyah – Perbuatan
Nabi ?
Termasuk kebiasaan beliau: makan dengan tiga jari, tidur miring ke kanan, memakai siwak. - Sunah Taqririyyah – Persetujuan
Nabi ?
Misalnya ketika sahabat Bilal mengerjakan dua rakaat sunnah wudhu setiap kali selesai berwudhu. Nabi ? tidak melarangnya, bahkan bersabda:
“Dengan sebab itu aku mendengar langkahmu di surga.” (HR. Muslim) - Sunah Tarkiyyah – Hal yang
sengaja ditinggalkan Nabi ?
Contohnya: tidak menambah ritual atau doa yang tidak beliau ajarkan, seperti menambah azan baru untuk shalat Id. - Sunah Jibilliyyah – Kebiasaan
manusiawi Nabi ?
Seperti gaya berjalan, cara duduk, cara berpakaian. Boleh ditiru, tapi bukan bentuk ibadah.
Dengan memahami jenis-jenis ini,
kita bisa lebih tepat dan ringan dalam meneladani Nabi. Kita tahu mana yang
menjadi ibadah, mana yang budaya.
Firman
Allah tentang Kewajiban Mengikuti Rasul:
?????
???????? ?????????? ????????? ????? ????????? ?????? ??????????? ? ??????????
??????? ? ????? ??????? ??????? ??????????
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka
tinggalkanlah...”
(QS. Al-Hasyr: 7)
???????
????? ?????? ??? ??????? ??????? ???????? ????????
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagi kalian...”
(QS. Al-Ahzab: 21)
Mengapa
Sunah Harus Dijaga?
Karena sunah adalah nafas hidup
mukmin. Ia bukan pelengkap, tapi peneguh jalan kita. Meniru Nabi ? dalam makan,
tidur, bicara, bahkan dalam cara diam dan memberi salam—semuanya bisa menjadi
ibadah, bila diniatkan karena cinta.
? Mulailah dari yang kecil. Mulai
dari yang kamu bisa.
Karena bisa jadi, amal paling
sederhana itulah yang membuka pintu surga untukmu.
?Ilustrasi Kekinian:
- Menyikat gigi dengan siwak
setiap pagi.
- Membiasakan salam saat masuk
grup WhatsApp.
- Menghindari komentar negatif di
media sosial.
- Makan secukupnya dan tidak
berlebihan.
- Tidur dengan posisi miring ke
kanan dan baca doa.
Semua itu bisa menjadi ibadah jika
diniatkan untuk meneladani Nabi ?.
Artikel ini disarikan dari Bab 16 Kitab
Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi:
??? ???? ??? ????? ???? ??????????
????????? ???????????
(Bab tentang Menjaga Sunah dan Adabnya)
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada






