Menanam Harapan di Taman Pendidikan Islami
Sambutan
Ketua Yayasan BIAS Assalam pada Stadium General 2025/2026
Drs Mulyanto
MT
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Segala puji hanya bagi Allah SWT atas limpahan nikmat dan karunia-Nya, kita diberi
kesempatan berkumpul di tempat mulia ini — kampus tercinta BIAS Assalam. Semoga
pertemuan ini menjadi awal dari perjalanan penuh keberkahan bagi putra-putri
kita.
Shalawat dan salam kita haturkan
kepada Nabi besar Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan kita
semua selaku umat yang senantiasa berharap syafa’at beliau di hari akhir.
Atas nama Yayasan BIAS Assalam, kami
mengucapkan selamat datang kepada seluruh Ayah Bunda yang telah mempercayakan
pendidikan putra-putrinya di lembaga ini. Semoga pilihan ini menjadi bagian
dari amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, dan semoga perjumpaan kita
hari ini menjadi awal dari kebersamaan yang penuh barakah.
?.
Anak-Anak Adalah Amanah, Bukan Sekadar Titipan
Bapak Ibu yang dirahmati Allah,
anak-anak kita bukan sekadar “titipan”, tetapi amanah yang kelak akan
dimintai pertanggungjawaban. Maka pendidikan mereka bukan hanya urusan dunia,
tapi juga urusan akhirat.
Allah SWT berfirman:
???
???????? ????????? ??????? ???? ???????????? ????????????? ??????
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari
api neraka."
(QS. At-Tahrim: 6)
Keputusan Ayah Bunda menyekolahkan
anak di lembaga Islam adalah bagian dari menjalankan amanah itu. Maka mari kita
jaga niat, kuatkan komitmen, dan berharap sepenuhnya kepada pertolongan Allah
dalam mendidik mereka.
?.
Sekolah dan Rumah: Mitra, Bukan Pengganti
Kami ingin menegaskan: sekolah bukan
pengganti peran rumah. Kami di sini hadir sebagai mitra, bukan sebagai
pengganti. Nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah, idealnya disambut dan
dilanjutkan di rumah.
Ketika seorang anak bertanya, “Ma,
kenapa Mama tidak pakai jilbab?” — ini bukan sekadar pertanyaan polos, tapi
cermin dari pendidikan nilai yang telah sampai pada mereka. Maka mari kita
ciptakan kesinambungan antara rumah dan sekolah.
?.
Tiga Pilar: Doa, Kepercayaan, Keterlibatan
(1) Doa ·
(2) Kepercayaan · (3) Keterlibatan Aktif)
- Doa
Kami mohon doa tulus dari Bapak Ibu, untuk anak-anak dan para pendidik mereka. Sabda Nabi SAW:
?????????? ??????? ???????????
"Doa adalah senjatanya orang beriman."
(HR. Al-Hakim)
Doa
Ayah Bunda adalah penguat yang luar biasa bagi proses pendidikan ini.
- Kepercayaan
Percayakan proses pendidikan kepada ustaz-ustazah. Jika ada perbedaan, mari kita komunikasikan dengan baik. Tapi yakinlah: tidak ada niat selain ingin membimbing anak-anak ini dengan ikhlas dan sabar. - Keterlibatan Aktif
Kami mengundang keterlibatan orang tua dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Jangan khawatir, tidak semua pertemuan identik dengan iuran. Banyak kegiatan justru berisi ilmu, penguatan psikologis, bahkan ruang curhat bersama.
Sabda
Nabi SAW:
????? ????? ?????????? ????????? ?????? ???????? ?????? ????
?????????...
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga:
sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya."
(HR. Muslim)
?.
Membiayai Pendidikan: Investasi Akhirat
Membiayai pendidikan anak adalah ibadah
dan investasi akhirat. Setiap rupiah yang dikeluarkan, jika diniatkan
karena Allah, akan menjadi sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Bayangkan, anak-anak yang belajar di
sini, kelak membaca Al-Qur’an, memahami ilmu, dan menjadi orang berakhlak.
Setiap huruf yang keluar dari lisannya adalah pahala — untuk ustazahnya, dan
juga untuk orang tuanya.
Rasulullah SAW bersabda:
???
??????? ??????? ?????? ?????? ???????????? ?????? ????????... ?????? ???????
???? ?????? ??????????? ??????? ??????????
"Tidak akan bergeser kaki seorang hamba di hari kiamat hingga
ditanya... tentang hartanya: dari mana ia peroleh dan untuk apa ia
belanjakan."
(HR. Tirmidzi)
Maka biarlah harta kita menjadi
saksi kebaikan, bahwa ia pernah digunakan untuk menanam pohon ilmu yang buahnya
dinikmati oleh generasi setelah kita.
?.
Bersama Menuju Generasi Cerdas Berakhlak
Akhir kata, mari kita bergandeng
tangan. Mari kita wujudkan generasi Islam yang kuat imannya, luas
ilmunya, dan lembut akhlaknya. Mereka bukan hanya penerima warisan,
tapi kelak menjadi pembawa rahmat bagi semesta.
Mari kita panjatkan doa Nabi Ibrahim
AS:
?????
?????????? ??????? ?????????? ?????? ??????????? ? ???????? ??????????? ???????
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak keturunanku orang-orang yang tetap
mendirikan salat. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku."
(QS. Ibrahim: 40)
Semoga dari rumah-rumah panjenengan
semua lahir generasi pecinta Al-Qur’an, pembelajar sepanjang hayat, dan
pemimpin masa depan yang berakhlak mulia.
Dan sebagai penutup yang penuh
semangat, mari kita ucapkan bersama:
BIAS
ASSALAM!
Bisa! Bisa! Bisa!
Insyaallah, Berjaya!
Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada






