Hati yang Menyerap, Hati yang Menolak

??? ???? ??????? ???? ?????????? ? ?????
Dari Abu Musa, dari Nabi ? bersabda:

?????? ??? ????????? ????? ???? ???? ???????? ???????????
“Perumpamaan (petunjuk dan ilmu) yang Allah utus bersamaku”

???????? ????????? ?????????? ??????? ???????
“adalah seperti hujan lebat yang turun ke bumi.”

??????? ??????? ????????? ???????? ???????? ???????????? ????????? ??????????? ??????????
“Sebagian tanah itu bersih, menyerap air, lalu menumbuhkan rerumputan dan tumbuhan yang banyak.”

????????? ??????? ????????? ?????????? ???????? ???????? ????? ????? ???????? ?????????? ????????? ??????????
“Sebagiannya lagi tanah keras yang menahan air, lalu Allah memberi manfaat darinya kepada manusia—mereka minum, menyirami, dan bercocok tanam.”

??????????? ??????? ????????? ???????? ???????? ???? ???????? ??? ???????? ????? ????? ???????? ??????
“Dan ada bagian lain dari tanah itu, hanya berupa tanah tandus—tidak menyimpan air dan tidak menumbuhkan tumbuhan.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Kenapa bisa berbeda? Ilmu otak menjawab: tidak semua manusia memiliki kapasitas memori dan fokus yang sama. Ada yang cepat menangkap karena jalur sarafnya terlatih, ada yang lambat karena jarang digunakan. Pedagogik juga mengingatkan: cara belajar memengaruhi daya serap. Ada murid yang belajar dengan telinga, ada yang dengan mata, ada yang dengan praktik.

Namun semua itu bukan alasan untuk menyerah. Karena tanah tandus pun bisa diolah: dicangkul, dipupuk, diberi air terus-menerus, hingga akhirnya menjadi subur. Begitu pula hati manusia.

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar sering mengibaratkan hati manusia seperti ladang. Jika dijaga dengan iman dan ilmu, ia subur. Jika dibiarkan, ia gersang. Firman Allah dalam QS. F??ir: 28 menegaskan:

???????? ??????? ????? ???? ????????? ????????????
“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah orang-orang yang berilmu.”

Ilmu yang sejati bukan sekadar catatan, tapi yang melahirkan khauf (takut) kepada Allah.

Hari ini, banyak orang terjebak dalam “tanah tandus modern”. Sibuk mengejar pekerjaan, tetapi lalai belajar agama. Gampang menyerah dengan alasan usia, padahal otak tetap bisa tumbuh sepanjang hidup. Ada pula yang gengsi bertanya, lebih suka diam meski tidak paham.

 

Padahal, menuntut ilmu tidak mengenal umur. Semangatlah, walau umur sudah kepala tiga, empat, atau lima. Jangan pernah berhenti. Karena ilmu yang benar akan membimbing kita sampai mati.

Seperti tanah tandus yang diolah bisa jadi subur, begitu pula hati yang keras bisa dilunakkan oleh kesungguhan belajar. Jangan biarkan diri berhenti mencari ilmu.

Karena hujan ilmu selalu turun, tergantung tanah hati kita: mau menyerap, menahan, atau membiarkan kering tandus

Video



    
   

Guru dan Karyawan


Data Guru tidak ada

PPDB 2026-2027


Follow us


Kontak


Alamat :

Jl Dadali No. 12 Randugunting

Telepon :

0283 4534 123 - 0852-2527-3641

Email :

humaspsb2019@gmail.com

Website :

www.biastegal.sch.id

Media Sosial :

Banner


Berita Terbaru


Image

Bijak Menjaga Retak Sosial

Image

Neraka Pun Enggan Menyentuh Mereka

Image

Ketika Semua Tidak Harus Berbalas

Image

Tidak Harus Terlihat Hebat

Image

Mengenal Sakaratul Maut

Image

Ketulusan Yang Berbuah Penghargaan

Visitor