Fabel Cinta Alam Semesta
Drama
Kolosal PAUD BIAS ASSALAM – Akhirus Sanah 2025
Tahukah kalian apa itu fabel?
Fabel adalah cerita rekaan yang tokoh-tokohnya adalah binatang, tetapi
mereka bertingkah laku seperti manusia: bisa berbicara, berpikir, dan menunjukkan
perasaan. Di balik kisah-kisah lucu dan imajinatif itu, tersembunyi pesan-pesan
bijak tentang kehidupan—tentang kebaikan, kejujuran, dan cinta kasih.
Dalam riuh rendah perayaan Akhirus
Sanah 2025, panggung kecil di Gedung Hanggawana Samsat Kota Tegal seketika berubah menjadi hutan yang
teduh dan damai. Cahaya lampu menyapu panggung, memperlihatkan barisan kecil
para santri PAUD yang mengenakan kostum penuh warna: ada yang menjadi pohon,
bunga, kupu-kupu, kelinci, domba, rusa, hingga gajah yang gagah.
Mereka bukan sekadar tampil—mereka
hidup di dalam cerita.
Sebuah drama kolosal bertema lingkungan hidup pun dibawakan dengan semangat dan
kepolosan yang menyentuh hati:
Di hutan yang sejuk, para hewan
bersatu—gajah, rusa, domba, kelinci, dan kupu-kupu menghentikan langkah dan
kepakan.
“Mereka tak sepantasnya merusak hutan demi kepentingan sendiri,” seru sang
gajah sambil mengangkat belalainya.
Seekor rusa mengangguk pelan. “Kita harus menjaga rumah kita… hutan ini.”
Para hewan sepakat untuk menyampaikan pesan damai dan menjaga alam kepada
manusia.
Ustadzah dan para guru kreatif dari
unit PAUD menyulap cerita sederhana menjadi pertunjukan yang menggugah.
Anak-anak tampil dengan penuh percaya diri, membawakan kisah penyelamatan hutan
dari tangan manusia yang serakah. Melalui gerak, lagu, dan ekspresi polos
mereka, tersampaikan pesan yang dalam: Alam adalah amanah, dan menjaga
ciptaan-Nya adalah bentuk cinta.
Tepuk tangan panjang menutup
penampilan yang bukan hanya lucu dan menggemaskan, tetapi juga sarat makna.
Orang tua terlihat haru, bahkan beberapa terlihat menyeka air mata haru dan
bangga.
Video
Guru dan Karyawan
Data Guru tidak ada






