Lebih Mulia dari Unta Merah

Unta merah pernah jadi simbol kekayaan Arab. Tapi Nabi ﷺ membalik arah: satu jiwa yang mendapat hidayah, nilainya melampaui segala harta.

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
(Dari Sahl bin Sa’d, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda:)

فَوَاللهِ
(Demi Allah,)

لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا
(sungguh bahwa Allah memberi petunjuk melalui engkau kepada satu orang,)

خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
(itu lebih baik bagimu daripada unta merah.)

(HR. Bukhari dan Muslim)


📌 Asbāb al-Wurūd Hadits
Hadits ini diucapkan Rasulullah ﷺ pada perang Khaibar. Beliau menyerahkan panji perang kepada Ali bin Abi Thalib. Rasulullah ﷺ berpesan: jangan sekadar mengejar kemenangan, tetapi ajak musuh kepada Islam dengan lemah lembut. Bila Allah memberi hidayah melalui tanganmu, meski hanya kepada satu orang, itu lebih berharga daripada unta merah—harta paling mahal di Arab kala itu.


 “Ilmu yang membawa manusia kepada Allah adalah ilmu yang hidup. Ia menghidupkan yang belajar, dan menghidupkan pula masyarakatnya.” — Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar

👉 Membimbing satu orang menuju hidayah Allah lebih mulia daripada menimbun kekayaan dunia.


Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menegaskan, hidayah adalah cahaya yang menuntun manusia dari gelap ke terang. Ilmu yang diajarkan dengan niat lillah, bukan sekadar memperluas pengetahuan, melainkan menyalakan pelita di hati.

Hamka sendiri menjadi teladan nyata. Bahkan ketika dipenjara karena perbedaan politik, beliau tidak surut memberi cahaya. Justru dari balik jeruji lahirlah Tafsir Al-Azhar yang hingga kini menghidupkan iman banyak orang.

Kini, di usia matang kita kerap ditantang dilema: mengejar materi atau menanam amal yang berbekas? Hadits ini, dengan konteks Khaibar, mengingatkan: bahkan di tengah hiruk pikuk dunia, tujuan utama seorang mukmin adalah menuntun manusia ke jalan Allah.

Mungkin kita tak mampu mengislamkan satu kabilah seperti Ali bin Abi Thalib, tapi siapa bilang kita tak bisa menjadi pembawa hidayah? Mengajari anak membaca doa, menuntun tetangga belajar salat, atau sekadar menahan diri dari ikut gibah—semua itu bagian dari dakwah sederhana yang nilainya bisa melampaui “unta merah”.

Seperti Hamka yang percaya ilmu adalah cahaya, setiap kita pun bisa menjadi lilin kecil yang menerangi. Maka, pertanyaannya: apakah kita sedang memburu unta merah, atau menanam cahaya hidayah?

(Riyadus Sholihin Bab : 241 , Keutamaan orang yang belajar dan mengajar karena Allah )

Video



    
   

Guru dan Karyawan


Data Guru tidak ada

PPDB 2026-2027


Follow us


Kontak


Alamat :

Jl Dadali No. 12 Randugunting

Telepon :

0283 4534 123 - 0852-2527-3641

Email :

humaspsb2019@gmail.com

Website :

www.biastegal.sch.id

Media Sosial :

Berita Terbaru


Image

Bijak Menjaga Retak Sosial

Image

Neraka Pun Enggan Menyentuh Mereka

Image

Ketika Semua Tidak Harus Berbalas

Image

Tidak Harus Terlihat Hebat

Image

Mengenal Sakaratul Maut

Image

Ketulusan Yang Berbuah Penghargaan

Banner


Visitor